Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Pengurus Pimda PKN Sumsel menghadiri Rakernas Edisi Perdana PKN di Hotel The Sultan, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2022. (foto : Edi Triono)
Pengurus Pimda PKN Sumsel menghadiri Rakernas Edisi Perdana PKN di Hotel The Sultan, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2022. (foto : Edi Triono)

4 Ciri Khas Partai Kebangkitan Nusantara Dibandingkan Partai Lainnya

WartaDesaku.id — Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) tampil beda. H. M. Albahori yang merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menyampaikan empat perbedaan yang menjadi ciri khas dari PKN.

“Ya, memang PKN ini Parpol baru. Namun kami sudah membuktikan bahwa kami eksis. Untuk kepengurusan Pimpinan Daerah, sudah lengkap tiga puluh empat provinsi. Untuk Pimpinan Cabang, dari lima ratus empat belas kabupaten dan kota di Indonesia, PKN sudah memiliki lima ratus satu Pimda di nusantara.” katanya kepada wartadesaku.id, disela menghadiri Rapat Kerja nasional (Rakernas) edisi perdana Pimpinan Nasional (Pimnas) PKN di The Sultan Hotel, Jakarta, pada hari Kamis malam tanggal 6 Oktober 2022.

Lebih lanjut, Albahori menuturkan, empat perbedaan PKN dari Parpol lainnya yakni hanya PKN yang menggunakan kata Nusantara. “Pertama, PKN adalah satu-satunya Parpol yang memiliki nama Nusantara. Nama ini muncul, karena Indonesia menjadi negara yang unggul zaman dahulu dari masa ke masa kerajaan di Indonesia, selalui merajai dunia. Mulai dari Kutai, Gajah Mada, hingga Sriwijaya. Bagi orang PKN, wajib kuasai sejarah.” kata suami dari Hj. Lucyanti itu.

Baca Juga :  Demokrat Banyuasin Salurkan Bantuan Korban Kebakaran, Ketua DPC : "Ini Bukti Kami Selalu Ada untuk Masyarakat"

Dia menambahkan, perbedaan PKN dari partai yang lainnya yakni PKN partai yang anti kriminalisasi. “Ketiga, tepo seliro atau tenggang rasa. Harus melihat sisi kiri, kanan, dan bersahaja. Harus peduli dengan lingkungan sekitar.” ujar Pak Al, sapaan akrabnya.

Terakhir, partai yang dipimpin oleh Gede Pasek Suardika itu mengutamakan semangat gotong royong. “PKN adalah partai yang berdikari, berdiri di kaki sendiri. Tanpa bohir atau pemilik modal politik. Rakernas edisi perdana, bisa digelar karena gotong royong semua kader PKN.” tegasnya. (ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *