Suasana Pelatihan dan Sertifikat kompetisi skema budidaya Perikanan Pembenih ikan yang digelar oleh PT. Bukit Asam pada 10-11 Januari 2023 di Desa Tanjung Agung. (foto : Warta Desaku / Kokoh)
Suasana Pelatihan dan Sertifikat kompetisi skema budidaya Perikanan Pembenih ikan yang digelar oleh PT. Bukit Asam pada 10-11 Januari 2023 di Desa Tanjung Agung. (foto : Warta Desaku / Kokoh)

Bukit Asam Gelar Pelatihan Budidaya Perikanan untuk Masyarakat Sekitar Tambang

Warta Desaku — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerja sama dengan Rumah BUMN Bukit Asam, TUK PROFISH, dan Mbah Kidjo Farm, mengadakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi skema budidaya perikanan dan pembenihan ikan.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada 10-11 Januari 2023. Sebanyak 20 peserta binaan PTBA mengikuti pelatihan ini.

Turut hadir dalam pelatihan ini antara lain Ahli Pengembangan Sosial Masyarakat PTBA, Roy Ubaya, AM Micro & Small Enterprise Funding PTBA (Junardi), AM Sustainable Community Development PTBA (Dewa Made Dwi Parmana), Koodinartor Rumah Bukit Asam (Erizal), Fasilitator Rumah Bukit Asam (Haris), Kepala Desa Tanjung Agung (Yansri).

Lalu dari tim Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) hadir Iwan Setiawan, Eviyanti Nursyirman, Ajeng Widia Pitaloka. Dari tim Mbah Kidjo Farm hadir Sukidjo Purwahadi Indarno, Sony Hartanto.

Budidaya perikanan air tawar saat ini banyak dikembangkan, karena tingginya permintaan ikan. Apabila hanya bersandar pada hasil panen ikan laut yang tergantung musim dan gelombang laut, permintaan konsumen tidak dapat terpenuhi. Lain halnya dengan budidaya ikan air tawar yang sangat mudah untuk dikembangbiakkan dan pasokannya lebih pasti.

Baca Juga :  Pemungutan Suara Ulang, Juanda Ungguli Petahana Di Pilkades Kedondong

Ahli Pengembangan Sosial Masyarakat PTBA, Roy Ubaya, mengungkapkan harapannya agar para peserta pelatihan dapat membentuk unit usaha perikanan di Tanjung Agung.

“Dengan demikian pada saat panen bibit (ikan), nantinya dapat dikelola bersama-sama. Pasar utamanya adalah Karang Taruna di sekitar kita. Nanti bibitnya dikasih dari sini, makanannya juga dari sini. Pada waktu panen, jualnya pun harus ke sini, tidak boleh jual bebas karena nanti sesuai sertifikasi yang sudah dibentuk, pasar itu harus terstruktur.” ujar Roy Ubaya.

Kepala Desa Tanjung Agung, Yansri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelatihan ikan gabus ini. “Kepada adik-adik kita yang mengikuti pelatihan ini, agar kiranya ikan gabus ini dapat berkembang di tempat atau di wilayah kita.” kata Yansri.

Salah satu peserta binaan PTBA yang berasal dari Tanjung Enim, Sugeng Priyanto, mengaku sangat senang dan bangga karena PTBA mendatangkan pakar yang benar-benar memiliki kompetensi untuk pelatihan ini.

“Jadi ilmunya pun tidak diragukan lagi. Harapannya akan ada pelatihan-pelatihan untuk ikan air tawar, ikan nila, dan lainnya yang bisa membantu perekonomian terutama untuk masyarakat Tanjung Enim.” pungkasnya. (Kokoh Hasan)

Oyong Hairudin for DPRD Kota Palembang 2024

Disclaimer : Semua publikasi yang diterbitkan di media ini, merupakan tanggung jawab penanggung jawab redaksi (Pemimpin Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *