Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
K.H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.I., atau Cak Amir, Ketua PWNU Sumsel. (foto : Abdul Malik)
K.H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.I., atau Cak Amir, Ketua PWNU Sumsel. (foto : Abdul Malik)

Cak Amir Pilih Lepaskan Jabatan Ketua PBNU dan Selesaikan Amanah di PWNU Sumsel

WartaDesaku.id — K.H. Amiruddin Nahrawi, M.Pd.I., akan mengundurkan diri dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mendapatkan permintaan dari kiayi dan tokoh NU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) agar tetap menjadi ketua PWNU Sumsel. Hal tersebut diungkapkan Cak Amir, sapaan kiayi asal Madura ini, menjawab banyak pertanyaan warga NU Sumsel setelah PBNU mengeluarkan surat agar pengurus yang rangkap jabatan dapat fokus di satu kepengurusan saja.

“Banyak kiayi-kiayi pesantren dan tokoh-tokoh NU Sumsel yang menyarankan saya agar tetap di PWNU dulu sampai selesai masa kepengurusan.” katanya pada hari Jum’at tanggal 19 Agustus 2022.

Ia menyebutkan, setelah batas waktu yang diberikan Gus Yahya sebagai ketum PBNU untuk istikhoroh, maka sudah waktunya untuk memberikan keputusan. Cak Amir pun sangat berterimakasih telah diberikan banyak kepercayaan untuk membesarkan NU baik di Sumsel maupun di pusat.

Baca Juga :  Selisih Delapan Suara, Makmun Murod Sah Terpilih Jadi Kades Pedamaran VI

“Masih banyak hal yang harus saya selesaikan di PWNU Sumsel, banyak pekerjaan rumah bagaimana menguatkan dan membesarkan Jamiyah.” ungkapnya.

Diketahui, sejumlah prestasi sudah diukir Cak Amir selama menjabat dua tahun ketua PWNU Sumsel. Diantaranya penguatan lembaga dan organisasi, pembenahan kantor, serta mendukung berdirinya perguruan tinggi NU di Bumi Sriwijaya (ITS NU dan IAINU Sumsel).

Sejumlah catatan dan target organisasi ke depan masih banyak yang harus diselesaikan, sehingga ia memilih untuk tetap fokus sebagai ketua PWNU Sumsel. “Bismillah, saya mundur dari ketua PBNU dan tetap menjadi ketua PWNU Sumsel.” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan surat rapat harian PBNU, bagi pengurus yang merangkap jabatan, diberikan waktu hingga 6 bulan terhitung 9 Maret. Artinya jika ditarik waktunya sampai 9 september 2022 untuk menyatakan sikap dan melakukan konsolidasi. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.