Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Rumah Warga di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, terendam air. (foto : frd)
Rumah Warga di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, terendam air. (foto : frd)

Curah Hujan Ekstrim, Dua Desa Di Banyuasin Terendam

WartaDesaku.id — Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir ini dan tersumbatnya saluran air, mengakibatkan masuknya air ke rumah warga yang berada di dua desa di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Desa Karang Mulya yang berada di Kecamatan Tungkal Ilir, Carsa, menjelaskan bahwa di desa tempat dirinya memimpin, setidaknya sudah ada dua ratus tujuh puluh rumah warga yang ikut terendam banjir dengan ketinggian sekitar empat puluh centimeter.

“Banjir yang melanda desa saya ini, sudah berlangsung selama seminggu ini.” tegasnya kepada wartawan, pada hari Selasa tanggal 8 November 2022.

Dia menyampaikan, dengan adanya banjir saat ini, menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama di bidang pertanian seperti komoditi sawit, karet, palawija, dan roda perekonomian masyarakat lumpuh, karena tidak bisa melakukan kegiatan perkebunan, pertanian, serta akses jalan tergenang air.

“Kami selaku Pemerintah Desa, sudah melakukan upaya sebisa mungkin dalam penanganan banjir, seperti pembersihan saluran air secara gotong royong guna mengurangi debit air yang tergenang.” ujar Carsa, seraya menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin untuk melakukan upaya normalisasi saluran-saluran navigasi primer atau sekunder yang sedang tersumbat.

Baca Juga :  25 Tahun Berlalu, Talang Bayung Akhirnya Resmi Jadi Desa Toman Baru

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya menyampaikan, sudah satu minggu ini masyarakat di desanya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Dirinya pun mengharapkan Pemkab Banyuasin segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Karena setidaknya ada lima puluh rumah warga yang terendam bajir setinggi dua meter, mulai dari pintu masuk desa.

“Saluran air atau parit primer dan sekunder terlalu dangkal, sehingga tidak dapat menampung debit hujan yang tinggi. Akibatnya, air meluap kemana-mana selain menggenangi rumah penduduk hingga areal pertanian.” tutur Eka, Kepala Desa Sukajaya.

Dia menuturkan, penuturan saluran irigasi tidak bisa melalui Dana Desa karena sudah masuk ranah dari Dinas Pekerjaan Umum. “Sementara ini, kami gotong royong dan swadaya, menyewa alat berat mini untuk mengeruk tanggul yang dilewati air, agar banjir bisa sedikit teratasi.” pungkasnya. (frd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *