Ilustrasi Pekerja Pers. (foto : SMSI Sumsel)
Ilustrasi Pekerja Pers. (foto : SMSI Sumsel)

Darurat Pers, Ini Tanggapan Ketua SMSI MUBA dan PWI Pusat

WartaDesaku.id — Maraknya sejumlah organisasi dan media yang dinilai meresahkan dan mengamcam kinerja serta roda pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, atau Yudikatif di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendapatkan tanggapan yang serius dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Muba, Heriyanto S.H.

“SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber sekaligus merupakan konstituen Dewan Pers, menyayangkan sejumlah oknum-oknum LSM yang mengatasnamakan wartawan. Tentunya ini menjadi keresahan bagi warga Pers, khususnya di Muba.” katanya kepada wartawan, pada hari Senin tanggal 19 Desember 2022.

Menurut Heriyanto, saat ini banyak organisasi media yang belum legal sebagai konstituen Dewan Pers, ditambah dengan perusahaan media yang dirasa tidak profesional dan tidak menerapkan kode etik jurnalistik.

“Ironisnya, masih banyak oknum-oknum yang tidak berkompeten dan tidak menjaga Kode Etik Jurnalistik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.” terangnya.

Dia menegaskan, kompetensi wartawan yang melakukan tugas pemberitaan, harus diamati dengan jelas. Dalam melaksanakan tugas pers, wartawan seharusnya menerapkan kode etik, termasuk dalam hal produk pers. “Tentunya ini bertujuan agar karya jurnalistiknya menjadi informasi yang berimbang, akuntabel, dan tentunya profesional.” ujar Heriyanto.

Baca Juga :  Pj. Bupati Muba Bakal Bangun Puskesmas di Desa Macang Sakti

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bidang Pembelaan Wartawan, H. Octap Riady, meminta wartawan yang masih bekerja sebagai LSM, untuk memilih diantara keduanya.

“Setahu saya, Dewan Pers pun menolak memberikan bantuan hukum jika seorang wartawan yang terkena kasus pers, ternyata juga bekerja sebagai seorang LSM. Ini dua hal yang berbeda, antara wartawan dan LSM.” tegas Octap Riady.

Dirinya juga menyayangkan hal itu masih dilakukan oleh oknum wartawan. Akibatnya, dalam suatu pemberitaan, yang menjadi narasumber berita, dia menggunakan dirinya sendiri yang bekerja sebagai LSM dan yang menulis berita adalah dirinya sendiri selaku wartawan, akhirnya berita pun tidak independen.

“Saya bukan tidak menghargai kawan-kawan LSM. Tetapi alangkah baiknya jika dia tetap bekerja sebagai LSM, tidak kemudian juga bekerja menjadi wartawan, atau sebaliknya.” harapnya.

penulis : SMSI Sumsel
editor : Oyong Hairudin

Oyong Hairudin for DPRD Kota Palembang 2024

Disclaimer : Semua publikasi yang diterbitkan di media ini, merupakan tanggung jawab penanggung jawab redaksi (Pemimpin Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *