Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Mendes PDTT, Gus Halim, dalam acara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) The Exporience 2022 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022. (foto : kemendes.go.id/didi)
Mendes PDTT, Gus Halim, dalam acara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) The Exporience 2022 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022. (foto : kemendes.go.id/didi)

Desa, Pilar Utama Ketahanan Pangan

WartaDesaku.id — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, menegaskan, desa memegang peranan sangat strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan. Hal itu bisa dilakukan dengan menggrap naksinal semua potensi yang ada di dalamnya.

Berdasarkan dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), ternyata 71 persen penduduk Indonesia adalah warga desa. Sementara wilayah Indonesia, terdiri dari 91 persen desa. Dengan kata lain, hanya terdapat 9 persen wilayah kelurahan.

“Ini yang harus kita sadari betul, betapa desa ini sangat strategis di dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan implementasi kebijakan.” kata Mendes PDTT dalam acara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) The Exporience 2022 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022.

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan Gus Halim itu berharap, seiring berjalannya, waktu peran desa semakin maksimal untuk menjawab segala persoalan bangsa, khususnya ketahanan pangan. Apabila urusan pangan di desa teratasi, maka otomatis 71 persen masalah pangan nasional sudah beres.

Baca Juga :  Presiden Instruksikan Mendagri Ubah Stempel Kepala Desa Gunakan Burung Garuda

Salah satu bukti bahwa desa bisa, lanjut Gus Halim, saat ini bangsa Indonesia masuk kategori aman urusan pangan di saat negara-negara lain kalang kabut dengan urusan pangan dalam negeri mereka masing-masing.

“Alhamdulillah, Indonesia sampai hari ini masih nyaman-nyaman saja. Itu semata-mata karena kita punya 74.961 desa, yang itu sama dengan 91 persen wilayah Indonesia atau itu sama dengan 71 persen penduduk Indonesia.” pungkasnya.

Diketahui, KTNA Sragen The Exporience 2022 digelar dengan tujuan mengajak generasi milenial untuk melirik dunia pertanian sebagai prospek bisnis masa depan. Dimana dalam acara tersebut, selain seminar dan diskusi, juga terdapat pameran produk pertanian. (badriy/ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.