Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, menerima audiensi dari Bupati Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba, di Jakarta pada hari Selasa tanggal 12 April 2022 (Foto: Andromeda/Humas Kemendes PDTT)
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, menerima audiensi dari Bupati Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba, di Jakarta pada hari Selasa tanggal 12 April 2022 (Foto: Andromeda/Humas Kemendes PDTT)

Permendes Nomor 7 Tahun 2021, Kepala Desa Bisa Buat Website Desa Menggunakan Dana Desa

WartaDesaku.id — Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, menerima audiensi dari Bupati Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba, di Jakarta pada hari Selasa tanggal 12 April 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa Digitalisasi harus diperkuat dari tingkat desa, sehingga semua informasi dalam pembangunannya, dapat disebarluaskan secara cepat. Langkah awalnya adalah dengan melakukan pembuatan website di setiap desa.

Dirinya menegaskan, pembuatan web desa dapat direalisasikan dengan memanfaatkan Dana Desa, sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 7 tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022.

Permendes sudah memungkinkan untuk desa membuat website, dengan dana desa. Sudah dilindungi oleh regulasi, jadi seharusnya bisa direalisasikan.” ujar Budi Arie Setiadi, seperti dikutip dari kemendesa.go.id.

Budi Arie Setiadi mengungkapkan, website di setiap desa dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan pembangunan desa yang dilaksanakan oleh kepala desa atau masyarakat. Tidak hanya itu, adanya website juga menjadi salah satu sarana pendukung agar arsip di desa dapat tersimpan secara digital, termasuk data.

Baca Juga :  Batik Kujur Karya Eva Yasul dari Desa Seleman Tampil di Indonesia Fashion Week 2022

“Data dari desa itu, paling reliabel, paling bisa diandalkan. Data makin detail, itu semakin bagus. Pembangunan harus berbasis data untuk menciptakan kebijakan sesuai dengan kebutuhan desa. Saya orang yang ngotot soal data. Kalau datanya benar dan update, pasti kebijakan tidak akan meleset. Kalau datanya sudah tidak benar, ya bagaimana mungkin kebijakan yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan. Kan susah kalau begitu.” tuturnya.

Dalam merealisasikan website desa, setiap pihak harus bekerja sama, khususnya kepala desa yang memiliki kewenangan penuh atas desa. Tentu saja hal tersebut bisa didukung secara langsung oleh kepala daerah setempat.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Jembrana I Nengah Tamba, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjalankan program internet masuk desa. “Kita punya program internet masuk desa. Tapi kita punya persoalan yakni belum ada media center di kabupaten, karena ada beberapa wilayah yang memang blankspot, seperti pegunungan.” ungkapnya.

Mengenai data, dia menjelaskan bahwa Kabupaten Jembrana memang memanfaatkan teknologi informasi agar pendataan desa bisa dilaksanakan secara terpusat. Diataranya terwujud dalam pencanangan Satu Desa Satu Data yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.