Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Muba, Drs. H. Yusuf Amilin, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) tim Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. (foto : Akun Facebook Pemkab Muba)
Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Muba, Drs. H. Yusuf Amilin, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) tim Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. (foto : Akun Facebook Pemkab Muba)

Dilirik Investor, Muba Bakal Buka Perkebunan Tebu

WartaDesaku.id –– Pj. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Drs. H. Apriyadi, M.Si., diwakili Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Muba, Drs. H. Yusuf Amilin, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) tim Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia terkait penyusunan dokumen pre-Feasibility Study Peta Peluang Investasi Proyek Strategis yang siap ditawarkan pada Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran 2022 di Ruang Rapat Randik, pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya akan berinvestasi di Kabupaten Muba dalam bidang perkebunan tebu. Untuk itu, Kepala Seksi Badan Koordinasi Penanaman Modal, Andry Wijayanto, berharap dukungan dari pimpinan daerah beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba untuk memberikan data-data dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, serta membantu mempromosikannya.

Keinginan pihaknya itu, sudah dipaparkan saat melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Muba, Riki Junaidi, sehingga hari ini pihaknya melakukan kunjungan langsung ke Pemkab Muba. Dikatakannya, pihaknya sudah dua bulan mencari lahan yang memang sudah clear and clean, dengan artian memang izinnya sudah ada dan bukan berbentuk hutan. Apabila masih hutan, memang izin perkebunannya lebih lama, karena tugas pihaknya memang sampai ke Desember. Menurutnya, Kabupaten Muba cocok untuk tanaman tebu dan memiliki lahan seluas 2.000 hektar.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara, Polres Musi Rawas Bedah Masjid Taqwa Desa Bingin Janggut

“Di RPJMD Provinsi sendiri, untuk Kabupaten Muba dan tidak termasuk hanya OKI, OKU Timur, dan Ogan Ilir. Dimana sesuai dengan RPJMD di Provinsi sendiri, di tiga kabupaten tersebut tidak ada lahan seluas 2.000 hektar dan bukan gambut, karena daerah gambut tidak cocok dan setelah kami melihat serta menelisik lagi, ternyata ada peraturan Nomor 47 tahun 2018, memang Muba juga termasuk prioritas tanaman tebu.” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Drs. H. Yusuf Amilin, menyatakan bahwa Pemkab Muba menyambut baik rencana project tersebut. “Alhamdulillah, kami patut bersyukur kabupaten ini menjadi tempat prioritas investor perkebunan tebu.” ungkapnya.

Dia berharap, project ini segera terealisasi dan keberadaan investor di Kabupaten Muba juga dapat membantu pemerintah menambah pendapatan masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal serta pada akhirnya akan menurunkan angka kemiskinan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Muba pada intinya sangat siap, karena dengan masuknya investor, banyak manfaat yang bisa kita rasakan. Seperti ketersediaan lapangan kerja, pemanfaatan lahan terlantar, sampai peningkatan taraf hidup masyarakat. Untuk itu, kami berharap kehadiran dari pada project bisa membuka lapangan pekerjaan, dan lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal.” tegasnya. (ril/ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.