Gubernur Sumsel mengunjungi desa Panca Tunggal di Kecamatan Belitang Jaya Kabupaten OKU Timur pada hari Minggu tanggal 25 Desember 2022. (foto : wartadesaku.id/akbar)
Gubernur Sumsel mengunjungi desa Panca Tunggal di Kecamatan Belitang Jaya Kabupaten OKU Timur pada hari Minggu tanggal 25 Desember 2022. (foto : wartadesaku.id/akbar)

Dua Pesan Herman Deru untuk Warga Desa Panca Tunggal

WartaDesaku.id — Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Desa Panca Tunggal, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada hari¬† Minggu tanggal 25 Desember 2022.

Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru mengajak warga desa agar senantiasa menjaga marwah Islam, salah satunya dengan memanfaatkan keberadaan masjid sebagai tempat beribadah dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang lainnya.

“Sebagai seorang Muslim yang taat, sudah seharusnya kita memakmurkan masjid, secara lahir dan juga batin. Masjid yang kita bangun, sudah seharusnya dimanfaatkan untuk ibadah, seperti sholat berjama’ah, tilawah Qur’an, Zikir, dan belajar ilmu agama melalui kajian dan sejenisnya.” katanya saat melihat dari dekat proses pembangunan Masjid Istiqomah di desa tersebut.

Selain melihat secara langsung proses pembangunan Masjid Istiqomah, sosok yang mempelopori Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz itu juga melakukan silaturahim dengan masyarakat sekitar. Bahkan, dirinya menyampaikan rasa rindunya kepada warga setempat. “Setelah saya mendapatkan undangan untuk datang ke desa ini, saya langsung bersemangat. Karena esensinya adalah untuk mengobati kerinduan kepada masyarakat yang ada di desa ini.” tuturnya.

Baca Juga :  Duet Herman Deru dan Apriyadi Terangi Muba Hingga Pelosok

Herman Deru juga mengajak masyarakat untuk terus bersyukur atas nikmat bahagia dan sehat yang didapatkan. Karena menurut dirinya, kedua nikmat itu yang bisa membuat jalinan silaturahim semakin erat. “Pertama, kita harus bersyukur. Kita bisa diberikan kesempatan, sehat, dan kegembiraan untuk silaturahmi. Terutama nikmat sehat, karena nikmat sehatlah yang bisa membuat kita bersilaturahim saat ini.” tegasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yakni Mbah Sahlan, menyampaikan bahwa Masjid Istiqomah pada awalnya adalah Mushollah. Namun, karena semakin banyak jama’ah, maka ditingkatkan fungsinya menjadi masjid.

“Masjid ini awalnya Langgar, namun banyaknya ummat Islam yang ada di desa ini, lalu kami kembangkan menjadi masjid. Melalui bantuan-bantuan dari tokoh masyarakat yang ada disini, perlahan bisa kami bangun.” ungkap Mbah Sahlan. (Akbar)

Oyong Hairudin for DPRD Kota Palembang 2024

Disclaimer : Semua publikasi yang diterbitkan di media ini, merupakan tanggung jawab penanggung jawab redaksi (Pemimpin Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *