Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke desa tersebut dalam rangka menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peresmian Masjid Jami’atul Muslimin, pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2022. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke desa tersebut dalam rangka menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peresmian Masjid Jami’atul Muslimin, pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2022. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Jaga Marwah Islam, Warga Desa Sumber Ayu Diapresiasi Gubernur Sumsel

WartaDesaku.id — Kekompakan warga Desa Sumber Ayu, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur membangun masjid bernama Jami’atul Muslimin, mendapat pujian dari Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru.

Pujian tersebut disampaikan oleh Herman Deru saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke desa tersebut dalam rangka menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peresmian Masjid Jami’atul Muslimin, pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2022.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menuturkan bahwa Ummat Islam dengan jumlah yang sangat besar yakni mencapai 90 persen lebih jumlahnya di Indonesia dan juga Sumsel, semangat dan kekompakan dalam membangun rumah ibadah, harus terus dipupuk.

“Islam ini kekuatannya luar biasa, kalau bersama, kita mampu membangun rumah ibadah. Makanya, saya bangga melihat semangat warga Sumber Rahayu.” tuturnya.

Sosok yang mempelopori Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz itu mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh warga tersebut, sesuai dengan arahan yang diberikannya sejak menjabat sebagai Bupati OKU Timur tahun 2007 yang lalu. Dimana warganya dilarang meminta sumbangan di jalan untuk membangun rumah ibadah. Tidak hanya saat menjadi bupati, ketika menjadi Gubernur Sumsel pun edaran yang sama juga dikeluarkan.

Surat Edaran yang dikeluarkan tahun 2021 itu, berisi tentang larangan meminta sumbangan atau pungutan di jalan umum, terutama untuk pembangunan atau perbaikan rumah ibadah. Larangan tersebut dikeluarkan untuk menjaga marwah agama Islam.

Baca Juga :  30 Tahun Menanti, Desa Harapan Makmur Kini Teraliri Listrik

“Ini untuk menjaga marwah agama kita. Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan, macet, dan juga kerusakan jalan. Makanya saya bangga, masyarakat bisa membangun masjid ini tanpa minta-minta di jalan.” jelas Herman Deru.

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan Bang HD itu menyarankan kepada masyarakat agar saat melakukan pembangunan, disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai masjid yang dibangun dengan megah, justru sepi.

“Masjid perlu dimakmurkan secara lahir dan juga batin. Secara batin, masjid ini bisa dimakmurkan dengan sholat berjama’ah, tilawah Al Qur’an, dzikir yang syar’i, belajar dan mengajar ilmu agama, serta kajian ilmu agama.” tegasnya.

Bang HD juga menaruh harapan yang besar agar masjid yang diresmikan itu, menjadi tempat pembinaan kehidupan beragama di masyarakat dengan mewujudkan kehidupan yang religius, sejalan dengan visi Gubernur yakni Sumsel Maju untuk Semua.

“Semoga pengurus masjid dapat memaksimalkan fungsi masjid ini dalam rangka pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat sekitar.” ucapnya seraya memberikan bantuan untuk penyelesaian pembangunan dan juga menandatangani prasasti masjid tersebut. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.