Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
La Nyalla Mattalitti, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. (foto : CnnIndonesia)
La Nyalla Mattalitti, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. (foto : CnnIndonesia)

La Nyalla Mattalitti Ajak Kades Manfaatkan Momentum Ramadhan untuk Bangkitkan Ekonomi

WartaDesaku.id — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, La Nyalla Mattalitti, mengajak Kepala Desa (Kades) untuk menggerakkan perekonomian warga dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, seperti menggelar Bazaar kuliner menjelang buka puasa. Menurut dirinya, upaya ini mampu menambah penghasilan keluarga di tengah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Momentum Ramadhan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Ramadhan merupakan peluang bagi keluarga untuk menambah penghasilan. Upaya itu juga menjadi cara agar perputaran uang tidak lari ke para pengusaha besar, tetapi dinikmati oleh rakyat biasa.” ujar La Nyalla Mattalitti, di sela kunjungannya ke Daerah Pemilihan (Dapil) di Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu tanggal 6 April 2022, seperti dikutip dari tagar.id.

Oleh karena itu, Dia mengapresiasi program beberapa desa wisata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membuka pasar kuliner Ramadhan. Langkah tersebut, selain membangkitkan ekonomi dari potensi wisata, juga dari potensi kuliner yang ada.

Baca Juga :  Desa, Pilar Utama Ketahanan Pangan

La Nyalla Mattalitti pun berharap, kelangkaan bahan pokok yang belakangan terjadi, diharapkan menjadi pemantik kreatifitas masyarakat untuk membuat olahan makanan yang dapat dijual kepada konsumen. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dapat diolah dan dikonsumsi.

“Makanya, para Kepala Desa ayo gali potensi ekonomi desa, kembangkan potensi ekonomi skala rumah tangga agar keluarga-keluarga bertahan hidup dan cukup pangan.” tegasnya.

Dilanjutkan Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu, masyarakat harus survive dengan gerakan-gerakan inovatif pengolahan pangan. Bahkan bisa jadi melalui inovasi kuliner, akan bermunculan aneka makanan yang tidak banyak membutuhkan bahan dasar minyak goreng atau sejenisnya yang saat ini langka.

“Kita tidak bisa menunggu kebijakan pemerintah. Harus cari terobosan, cari inovasi supaya tetap survive, tetap cukup pangan dan kebutuhan hidup lainnya.” ujarnya. (wdk01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.