Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, menghadiri Peresmian Ekosistem Argowisata Organik Terintegrasi dan Pelepasan Ekspor Produk Olahan Pertanian Organik Desa Sejahtera Astra Boja Farm Kabupaten Bogor, hari Kamis tanggal 23 Februari 2023. (foto : Andri/Humas Kemendes PDTT)
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, menghadiri Peresmian Ekosistem Argowisata Organik Terintegrasi dan Pelepasan Ekspor Produk Olahan Pertanian Organik Desa Sejahtera Astra Boja Farm Kabupaten Bogor, hari Kamis tanggal 23 Februari 2023. (foto : Andri/Humas Kemendes PDTT)

Miliki Daratan Luas, Wamendes PDTT Dorong Generasi Milenial Jadi Petani

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, mendorong generasi milenial untuk menjadi petani. Pasalnya, jumlah petani saat ini lebih rendah jika dibandingkan dengan lahan pertanian yang ada.

Tidak hanya menjadi petani, Budi Arie Setiadi juga menginginkan para milenial memiliki jiwa kompetitif yang tinggi. Hal itu bertujuan agar hasil bumi yang diproduksi, dapat bersaing di level nasional hingga internasional.

“Indonesia ini kan luasnya 191 juta hektar daratan kita. Sementara kita miris, karena angka ini mengerikan. Hanya tiga persen anak muda kita yang mau terjun ke dunia pertanian. Sementara lahan kita 191 juta hektar lebih, lalu siapa yang mengelola.” tanyanya.

Baca Juga :  Pemkab Muba Sinergi Cegah dan Kendalikan Penyakit ATM di Muba

Menjadikan milenial sebagai petani, bukan langkah akhir dalam mempertahankan sektor pertanian Indonesia. Setiap pihak harus berkontribusi dalam mengawal hal tersebut, sehingga hasil bumi dapat diekspor, baik secara utuh maupun dalam bentuk olahan.

“Ini PR kita semua. Semua pihak, Kementerian, Lembaga, sama-sama harus mendorong anak muda kembali meminati sektor pertanian. Karena anak muda ini lebih tertarik pada hal-hal lain.” terang Budi Arie Setiadi.

Sementara itu, ekosistem desa organik terintegrasi berhasil diresmikan bahkan produk-produknya diekspor ke luar negeri. Sedikitnya ada 73 produk yang diekspor hingga meraih keuntungan sebesar $500.000 atau sekitar Rp7,5 Triliun. Hal ini merupakan kerja sama antara PT. Astra, Boja Farm, dan Cah Angon Foundation.

Baca Juga :  Tim Gabungan Pemkab Banyuasin Temukan Cendol Berbahaya di Pasar Sukajadi

Lebih lanjut Budi Arie Setiadi berharap agar keberhasilan Boja Farm dapat dijadikan rujukan tempat lain untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Ia yakin bahwa hal ini tidak akan merugikan, namun justru menguntungkan dengan tingkat kebutuhan pangan yang terus bertambah.

“Boja Farm ini, kalau bisa menjadi pusat edukasi masyarakat, terutama generasi muda milenial, agar kita bisa menjadi bangsa pelopor yang menghasilkan produk kualitas. Kebutuhan pangan enggak mungkin turun. CPO saja sekarang 120 Juta ton. Diprediksi 2040 nanti double.” tegasnya. (ria)

Laporan :
Editor : Oyong Hairudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *