Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Supriono, ketika menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan OJK di ruang tamu Sekda Sumsel, pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2022. (foto : Humas Pemprov Sumsel)
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Supriono, ketika menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan OJK di ruang tamu Sekda Sumsel, pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2022. (foto : Humas Pemprov Sumsel)

Pemprov Sumsel Dorong Masyarakat dan Petani Mudah Peroleh KUR

WartaDesaku.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait lainnya, terus berupaya meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat. Salah satunya yakni dengan meningkatkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) melalui berbagai program yang mempermudah akses keuangan masyarakat, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ultra Mikro.

“Pemprov Sumsel terus bersinergi dengan berbagai pihak berkaitan dengan ultra mikro ini. Bahkan, beberapa daerah juga sudah memanfaatkan hal itu.” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Supriono, ketika menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan OJK di ruang tamu Sekda Sumsel, pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2022.

Namun, lanjutnya, keberadaan ultra mikro tersebut tentu harus disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga dapat termanfaatkan. “Dalam pelaksanaannya, ultra mikro ini harus disosialisasikan secara masif, karena memang saat ini banyak masyarakat yang belum memahaminya.” terangnya.

Tidak hanya itu, ultra mikro juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian, mengingat petani merupakan ujung tombak Sumsel sebagai daerah lumbung pangan. “Jadi, pemberian ultra mikro ini bisa dilakukan secara berkelompok. Misalnya melalui Gapoktan, sehingga Gapoktan tersebut menjadi penanggung jawab.” tuturnya.

Kemudian, lembaga keuangan juga harus memberikan kemudahan untuk masyarakat yang berada di wilayah yang memiliki akses sulit. “Harus ada inovasi dari lembaga keuangan, seperti hadir secara berkala dalam setiap minggunya untuk melayani masyarakat. Karena di Sumsel ini, terdapat beberapa wilayah yang masyarakatnya harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan layanan keuangan.” bebernya.

Baca Juga :  Tempuh 1.600 Kilometer, Onthelis Laskar Jenggolo Siap Meriahkan FORNAS VI di Sumsel

Pengembangan pertanian melalui pemanfaatan KUR maupun ultra mikro tersebut, sebagai langkah untuk memantik minat masyarakat dalam membudidayakan pangan. Terlebih, Gubernur Sumsel telah mencanangkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk menjaga ketahanan pangan di Sumsel.

Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi, mengatakan, pihaknya juga berupaya agar akses keuangan masyarakat maupun para petani, dapat meningkat. “Kita akselerasi KUR, pemberdayaan Gapoktan agar akses keuangan dapat meningkat. Apalagi Sumsel telah mencanangkan GSMP.” katanya.

Menurutnya, komitmen Sumsel untuk mengembangkan pertanian sudah tidak diragukan lagi. “Salah satunya GSMP ini. Jika semuanya bergerak, maka hasilnya akan luar biasa. Langkah ini juga dapat ditularkan ke daerah lain di luar Sumsel. Bagaimana TPKAD daerah lain dapat memiliki keinginan serupa untuk pengembangan daerahnya.” paparnya.

OJK sendiri, lanjutnya, akan siap mendorong dari sisi pembiayaan, pembinaan, dan pendampingan. Ekosistem ini harus berjalan baik dari hulu ke hilir. “Seperti pengembangan pertanian ini harus didorong KUR.” pungkasnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.