Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Ketua Dewan Penasihat PKN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. M. Al Bahori. (foto : Humas PKN Sumsel)
Ketua Dewan Penasihat PKN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. M. Al Bahori. (foto : Humas PKN Sumsel)

Pimda PKN Sumsel Siapkan Langkah-Langkah Strategis Hadapi Pemilu 2024

WartaDesaku.id — Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat serius menatap Pemilihan Umum (Pemilu) yang bakal digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan itu, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Pimda PKN Sumsel sudah menyiapkan langkah-langkah strategis sehingga dapat berkompetisi dan memenangkan kompetisi untuk dapat melayani masyarakat di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Sumsel.

“Langkah awal, kita akan melakukan rekrutmen Bakal Calon Anggota Legislatif, baik secara terbuka atau tertutup. Kemudian, melakukan strategi pemenangan dan pembekalan atau bimbingan teknis kepada bakal calon yang sudah direkrut.” kata H.M. Albahori, Ketua Bappilu Pimda PKN Sumsel, kepada wartawan, pada hari Kamis tanggal 22 September 2022.

Dia menyampaikan, saat ini PKN Sumsel sudah bakal melakukan komunikasi dengan berbagai kalangan, mulai dari politisi, akademisi, praktisi, kaum perempuan, maupun kalangan milenial, untuk dapat bergabung dengan partai yang dipimpin oleh Gede Pasek Suardika ini.

“Setelah itu, kita akan melakukan pendidikan bagi Bakal Calon Legislatif yang dianggap mempunyai kompetisi. Pendidikan tersebut mengenai apa saja yang menjadi visi dan misi dari partai, termasuk program yang dapat mengakomodir aspirasi masyarakat.” kata suami dari Hj. Lucianty itu.

Baca Juga :  Empat Parpol di OKU Selesai Jalani Verifikasi Faktual

Pak Al, sapaan akrabnya, menambahkan, berikutnya akan dilakukan invetaris Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang sesuai dengan persyaratan administratif atau teknis yang dilakukan oleh Tim Bappilu. “Kalau semua Bacaleg dari masing-masing Dapil tersusun, baru dilakukan pembekalan, dari sisi kemampuan komunikasi dan juga lainnya untuk kemudian dikutsertakan dalam Bimtek.” tuturnya.

Dalam Bimtek tersebut, akan disampaikan mengenai strategi pemenangan Caleg di setiap Dail dengan melakukan strategi komunikasi yang meliputi Segmentasi, Targeting, dan juga Positioning.

“Segmentasi atau pemetaan masing-masing dapil. Targetnya apa, minimal berapa kursi. Melakukan komunikasi supaya image naik dan menyampaikan apa yang menjadi program partai. Dan terus menggali isu yang berkembang di Dapil masing-masing. Jadi, nonsense caleg maju di Dapil, kalau tidak mengenal Dapil, nanti tersesat. Siapa lawan, bagaiman culturenya, semua sudah harus dikuasai.” ujar sosok yang pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia itu.

Mengenai Positioning, Pak Al menyampaikan bahwa Caleg harus bisa memposisikan diri dan melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat. “Bagaimana dia memposisikan diri, harus banyak melakukan komunikasi, dialog, harus banyak menemui tokoh-tokoh atau orang berpengaruh ke tingkat akar rumput yang berpihak kepada kepentingan aspirasi masyarakat.” pungkas dia. (edi/ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *