Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Pj. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, H. Apriyadi, memimpin rapat terkait persoalan Politeknik Sekayu di Ruang Rapat Serasan Sekate, Sekayu, pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022. (foto : akun Facebook Pemkab Muba)
Pj. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, H. Apriyadi, memimpin rapat terkait persoalan Politeknik Sekayu di Ruang Rapat Serasan Sekate, Sekayu, pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022. (foto : akun Facebook Pemkab Muba)

Pj. Bupati Muba Siap Berikan Solusi Terbaik Bagi Politeknik Sekayu

WartaDesaku.id — Mahasiswa dan sejumlah Civitas Politeknik Sekayu yang dikelola oleh Yayasan Muba Sejahtera, datang menemui Pj. Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. Apriyadi, menyampaikan aspirasi terkait dengan polemik, diantaranya persoalan sistem pengelolaan politeknik, aktivitas pembelajaran, dan fasilitas yang berjalan kurang baik di Politeknik Sekayu.

Kedatangan para mahasiswa bersama civitas akademi ini, diterima dengan baik oleh H. Apriyadi di ruang rapat Serasan Sekate, pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022. Aspirasi yang telah disampaikan oleh mahasiswa politeknik Sekayu itu, mendapatkan perhatian khusus darinya dan jajarannya.

Bahkan,.orang nomor satu di Muba ini, dalam pertemuan tersebut berpesan kepada para mahasiswa agar tetap optimis untuk belajar dan yakin bahwa apa yang diharapkan dapat segera terselesaikan. “Yakin saja, bismillah. Pemerintah daerah, dalam hal ini saya Pj. Bupati, dan seluruh yang ada ini, akan mencarikan solusi terbaik untuk Politeknik Sekayu. Jika masalah yayasan sudah beres, kami siap bantu.” ungkapnya.

Ia juga menyarankan pihak pendiri yayasan agar bergerak cepat, sehingga dalam waktu seminggu, persoalan ini segera dituntaskan.

“Pertama Saya menyarankan kepada kawan-kawan dari politeknik sekayu ini agar bersurat ke pihak yayasan terkait dengan keinginan kalian, jangan ke pemerintah daerah, karena sesungguhnya yang memiliki itu adalah yayasan. Kemudian kedua, tadi sudah secara tersirat disampaikan bahwa ada yang tidak transparan di sana. Oleh karena itu, karena di sana ada uang APBD, ada uang mandiri, ada uang APBN, artinya Pak Kasi Intel tadi kawan-kawan ini kan sudah membuka diri, untuk melakukan klarifikasi ke sana, bukan melakukan pemeriksaan, tapi klarifikasi ke sana ke pihak politeknik atau ke pihak yayasan.” ungkapnya.

Baca Juga :  237 Atlet Muba Siap Bersaing di POPDA Sumsel Tahun 2022

Ketiga, lanjut H. Apriyadi, menyarankan kepada pihak terkait yang mewakili pendiri Yayasan untuk melakukan koordinasi yang lebih baik lagi.

“Saran saya pertama, Pak Yusuf lakukan koordinasi dengan pengurus yang lain, karena memang kewenangannya ada di bapak, kemudian saran saya bapak koordinasi dengan keluarga besar dari almarhum kakanda Pahri Azhari dan almarhum kakanda Sohan Majid, karena mereka ini adalah orang-orang yang punya yayasan. Jangan sampai nanti ribut yayasan, namanya mereka disebut sebut terus.” urainya.

Kemudian saran saya, pihak terkait melakukan koordinasi dengan orang-orang yang memahami tentang hukum aturan-aturan tentang yayasan. “Kemudian barangkali dengan pihak-pihak lain yang mengerti, misalnya dengan pihak Kejari atau dengan praktisi hukum, bisa dengan ahli hukum pidana atau perdata bisa, silakan supaya ada jalan terbaik.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.