Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, saat membuka Rapat Kerja di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur, hari Rabu tanggal 11 Januari 2023. (foto : Angga/Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, saat membuka Rapat Kerja di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur, hari Rabu tanggal 11 Januari 2023. (foto : Angga/Humas Kemendes PDTT)

Pondok Pesantren Pilar Pembangunan Desa

WartaDesaku.id — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa pondok pesantren telah menjadi pilar pembangunan desa.

Pasalnya, pondok pesantren di berbagai pelosok desa, selama ini telah menjadi pusat-pusat pendidikan hingga pusat gerakan ekonomi maupun budaya masyarakat sekitar.

Selain itu, jaringan alumni pondok pesantren yang sudah terbangun luas, dapat digunakan desa untuk percepatan pembangunan.

“Pendidikan khususnya dari pesantren itu penting karena bangsa Indonesia sampai kapan pun tidak pernah lepas dari alumni pondok pesantren. Alumni dibutuhkan sepanjang masa karena kita membangun bangsa yang besar, negara yang besar.” tegas Menteri Abdul Halim Iskandar di Sampang, Jawa Timur, pada hari Sabtu tanggal 3 Juni 2023.

Baca Juga :  Pj Bupati Apriyadi Boyong 10 Ton Sembako untuk Pasar Murah di Plakat Tinggi

Maka dari itu, Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar , akan terus mendorong sinergitas antara pesantren dan desa, terutama dibidang pendidikan.

Pendidikan, khususnya berbasis pesantren, diyakini Gus Halim, memiliki banyak kelebihan. Kendati demikian, ia mengimbau agar masyarakat tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, namun juga sekolah formal sebagai bekal kehidupan.

“Generasi muda sangat penting dalam membangun Indonesia, mulai dari desa hingga kota-kota besar. Jangan sampai generasi terputus pendidikannya, kalau bisa sebisa mungkin bisa kuliah.” imbuhnya.

Tentu saja pendidikan tersebut harus didapatkan dari pondok pesantren, sehingga seimbang antara kebutuhan agama dan negara.

“Minimal kalian semua harus lulus SMA atau SMK. Seyogyanya yang sudah lulus setara SMA, juga bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Supaya matang, dapat pendidikan untuk bekal kehidupan di luar sana.” papar Doktor Honoris Causa UNY itu.

Baca Juga :  Jalinteng Muba Mulus Siap Dilalui Pemudik, Ini Pesan Pj Bupati Apriyadi

Berkaitan dengan pentingnya pendidikan di tingkat perguruan tinggi, Kemendes PDTT turut serta membuka kesempatan. Dalam hal ini melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dapat diikuti seluruh perangkat desa mulai dari S1 hingga S2.

Senada dengan Gus Halim, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, sangat mendukung pentingnya pendidikan pesantren dalam pembangunan desa. Menurutnya, ada tiga hal penting bagi generasi milenial.

Mulai dari agama, pendidikan, hingga adaptasi perkembangan zaman sangat dibutuhkan untuk membangun negara. “Iman, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi keduanya sesuai dengan tantangan zaman.” jelas Badrut Tamam. (ria/ap)

Laporan :
Editor : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *