Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melakukan penandatanganan MoU dalam mendukung terwujudkan Kabupaten Layak Anak pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022. (foto : SMSI OKU Selatan)
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melakukan penandatanganan MoU dalam mendukung terwujudkan Kabupaten Layak Anak pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022. (foto : SMSI OKU Selatan)

SMSI Dukung OKU Selatan Jadi Kabupaten Layak Anak

WartaDesaku.id — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) siap mendukung dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPKBP3A) dalam mewujudkan kabupaten atau kota Layak Anak.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022.

“Dukungan itu kita wujudkan dengan penandatanganan MoU antara DPPKBP3A dan SMSI. SMSI juga telah melakukan sosialisasi perlindungan anak dan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak, sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan anak. Kegiatan ini juga akan terus kita lakukan.” tutur Sri Fitriyana, Ketua SMSI Kabupaten OKU Selatan.

Baca Juga :  16 Tim Siap Bersaing Di Kapolres Musi Rawas Cup Tahun 2022

Sri Fitriyana menyampaikan, ada beberapa poin yang bisa disimpulkan dari MoU tersebut. Diantaranya adalah dalam menyajikan pemberitaan mengenai anak, akan lebih mengedepankan Pemberitaan Ramah Anak. “Dewan Pers mengeluarkan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak, dimana terdapat dua belas butir pedoman agar menjaga hak-abak anak dari labelisasi negatif publik.” katanya.

Dalam pedoman pemberitaan tersebut, wartawan mesti merahasiakan identitas anak dalam memberikan informasi tentang anak, khususnya yang diduga, disangka, didakwa melakukan pelanggaran hukum atau dipidana atas kejahatannya. Wartawan pun memberitakan secara faktual dengan kalimat, narasi, visual audio yang bernuansa positif, empati, dan atau tidak membuat deskripsi, rekonstruksi peristiwa yang bersifat seksual dan sadis.

Klik Halaman Berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.