Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Tak Terima Dibayar Seribu, 3 Oknum Jukir di Nasional "Mengamuk" dan Hendak Merusak Mobil Pengunjung Bank. (foto : SMSI Sumsel)
Tak Terima Dibayar Seribu, 3 Oknum Jukir di Nasional "Mengamuk" dan Hendak Merusak Mobil Pengunjung Bank. (foto : SMSI Sumsel)

Tidak Terima Dibayar Seribu, 3 Oknum Jukir di Prabumulih “Mengamuk”

WartaDesaku.id — Tiga oknum Juru Parkir (Jukir) yang kerap mangkal di Simpang Tiga Nasional wilayah Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara tepatnya di depan Bank Central Asia (BCA) Kota Prabumulih, pada hari Jum’at malam tanggal 19 Agustus 2022 pukul 20.58 WIB, diduga mengamuk dan hendak melakukan perusakan mobil milik salah satu pengunjung bank karena tidak terima dibayar dengan uang seribu rupiah.

Peristiwa yang sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung lain itu, berawal saat seorang pengunjuk dengan inisial TA hendak melakukan transaksi setor tunai di bank tersebut. Usai melakukan transaksi, korban TA bermaksud hendak pualng dan memberikan uang parkir seribu rupiah. Lantaran tidak terima, tiga oknum Jukir yang diduga ilegal dan dalam kondisi dibawah pengaruh Minuman Keras (Miras), tiba-tiba mengamuk dan membentak korban.

“Aku kan tiap hari setor, bahkan sehari tiga kali setor dan parkir disana. Tapi malam itu, cuma ada uang kecil seribu rupiah.” tutur TA kepada wartawan.

Bahkan tidak berhenti sampai disana, lanjut TA, salah satu oknum Jukir juga merangsek maju dan melakukan pemukulan ke body mobil samping kiri sambil berteriak kasar minta ditambah. “Ini aku Nopryansyah, viralkelah. Ku aduke kau.” kenang TA menirukan ancaman Jukir tersebut.

Baca Juga :  PERWATUSI Luncurkan Gerakan Sumsel Lawan Osteoporosis

Dia juga meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Perhubungan, agar melakukan penertiban dan menyeleksi ketat petugas Jukir. Dikatakannya, disamping bertugas mengatur dan menertibkan parkir kendaraan, seorang Jukir juga harus mengutamakan etika, sopan santun, dan melayani setiap pemilik kendaraan dengan baik, demi mendukung serta mewujudkan kota Prabumulih yang Prima dan Religius.

“Kalau bisa, tolong ditertibkan Jukir nakal. Tidak mungkin satu lahan parkir ada tiga orang dengan kondisi diduga bau Miras.” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih, Martodi, ketika dikonfirmasi mengatakan, baru mengetahui informasi tersebut. “Jika memang terjadi pengrusakan kendaraan, korban sebaiknya melapor ke polisi untuk diproses. Kemungkinan itu Jukir ilegal. Pakai seragam pun tidak menjamin dia resmi. Kalau dia Jukir tidak resmi, itu diluar tanggung jawab kita. Itu diluar SK, laporkan saja.” katanya menyarankan.

Disinggung mengenai waktu penarikan retribusi parkir, Martodi menjelaskan, petugas parkir hanya boleh mengutip parkir sampai pukul 20.00 WIB. “Dalam klausal SK, Jukir itu jelas salah satunya harus melayani parkir dengan baik, berperilaku baik, serta ucapan yang baik.” tutupnya. (smsi/ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.