Tiga Pesona Desa Kutuh, Desa Terkaya di Indonesia dengan Pendapatan Rp50 M Per Tahun

Potensi wisata yang ada Desa Kutuh di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. (foto : ist)

Bali, WartaDesaku.id – Desa Kutuh di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, ternyata memiliki tiga pesona untuk menarik pengunjung, baik wisatawan domestik maupun manca negera.

Dilansir WartaDesaku.id dari berbagai sumber, mengangkat tema Desa Wisata Alam dan Budaya berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana, Desa Wisata Kutuh (Pandawa Kutuh Bali) menawarkan berbagai pesona untuk pengunjung, diantaranya Pesona pengunjung berbasis Alam Pantai, meliputi Pantai Pandawa, Pantai Gunung Payung, Pantai Timbis, dan Pantai Kongkongan.

Selanjutnya, Daya Tarik Pengunjung berbasis Buatan, seperti Tebing Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, Kampung Bola Internasional, Timbis Paragliding, dan Perkemahan.

Kemudian Daya Tarik Pengunjung berbasis Budaya, diantaranya terkait Eksistensi Desa Adat Kutuh sebagai Desa Adat Tua yang memiliki ciri khas tempat Ibadah Pura dengan Konsep Padma Bhuana (terdapat Sembilan pura dengan posisi satu di pusat desa dan 8 pura tersebar di delapan arah mata angin), terdapat Pementasan Tari Kecak Api, Tari Keris dan Barong, Belajar Menari dan Menabuh, serta berbagai aktivitas seni dan budaya masyarakat Desa Kutuh.

Seperti diberitakan WartaDesaku.id sebelumnya, Desa terkaya di Indonesia adalah Desa Kutuh. Ya, Desa Kutuh masuk dalam daftar desa terkaya di Indonesia 2024.

Desa Kutuh masuk dalam daftar desa terkaya di negeri ini karena dinilai memiliki pendapatan besar. Misalnya dari sektor pariwisata hingga laut.

Desa Kutuh terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Desa Kutuh diperkirakan memiliki pendapatan mencapai Rp50 miliar per tahun dari sektor pariwisatanya.

Upaya pengembangan pariwisata di Desa Kutuh ini ternyata sudah dilakukan sejak 1998. Adapun, wisata andalan Desa Kutuh adalah Pantai Pandawa hingga Gunung Payung Cultural Park.

Desa Kutuh diperkirakan memiliki lebih kurang 922 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk lebih dari 4.197 (data 2016). Desa Kutuh memiliki luas: 8,56 km².

Desa Wisata Kutuh atau lebih populer disebut Desa Wisata PANDAWA KUTUH BALI adalah salah satu dari ratusan Desa Wisata yang berkembang di wilayah Provinsi Bali.

Desa Wisata Kutuh (Pandawa Kutuh Bali) berada pada jarak 25 Km dari Pusat Pemerintahan Provinsi Bali, 15 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, 7 Km dari Kawasan Wisata ITDC Nusa Dua, dan hanya 5 Km dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Untuk memberikan fasilitas akomodasi wisatawan yang datang berkunjung dan ingin menghabiskan waktu liburan di Desa Kutuh, maka tidak perlu bingung untuk mencari tempat untuk menginap dan berinteraksi dengan masyarakat local, karena masyarakat telah menyediakan rumahnya untuk dijadikan akomodasi pariwisata baik dalam bentuk homestay, penginapan, pondok wisata, sampai dengan villa yang dimiliki dan dikelola oleh warga local desa kutuh

Sementara untuk memberikan kenangan kepada para pengunjung selama berkunjung ke Desa Wisata Kutuh, juga disediakan berbagai Souvenir dalam bentuk Kuliner, seperti berbagai makanan dan minuman khas Desa Kutuh seperti Tipat Cantok, Rujak Kuah Pindang, Kopi Jaja Tape, Jaja Uli, Jaja Laklak, Nasi be pasih, Sambel Tabia tuh, juga tersedia souvenir kriya seperti anyaman dungki dan produksi pande besi seperti berbagai pisau, sedangkan untuk fesyen masyarakat menyediakan berbagai produksi oleh-oleh kaos khas obyek wisata dan berbagai pakaian adat Bali. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *